Setelah kurang lebih tiga tahun selalu "jaga kandang" selama
peak season, akhirnya pergantian tahun 2018 kemarin aku berhasil mudik dan menikmati
long weekend di rumah Jogja. Kalau ditanya tempat yang asik untuk menghabiskan malam tahun baru di Jogja, aku sejujurnya nggak ngerti karena memang tradisi aku dan sahabat-sahabatku selalu sama sejak lulus SMA:
sleepover dan BBQ-an di rumah salah satu diantara kami yang letaknya di desa atau di pegunungan. Jadi, sebetulnya pulang kemarin pun nggak jelas juga mau kemana,
wong selama jadi orang Jogja malah
ngendon aja di rumah pas
long weekend.
Karena nggak punya agenda yang jelas selain leha-leha di rumah, orang tuaku mengajak sarapan di tempat tradisional tapi kekinian. Nah lo, tradisional tapi kekinian. Gimana tuh? Ya, namanya Cengkir Heritage Resto and Coffee. Berada di daerah utara, lebih tepatnya di Jalan Sumberan II (utara Jalan Damai), meskipun namanya 'keminggris' dan kekinian, namun percayalah, makanan yang disajikan sangat amat
ndeso.
Di piring saya : nasi merah, oseng-oseng genjer, tempe kuah santan (ngga tau namanya apa, 'jangan tempe'?), dan ikan pindang.