07 January 2018

Cengkir Heritage Resto and Coffee (review)

Setelah kurang lebih tiga tahun selalu "jaga kandang" selama peak season, akhirnya pergantian tahun 2018 kemarin aku berhasil mudik dan menikmati long weekend di rumah Jogja. Kalau ditanya tempat yang asik untuk menghabiskan malam tahun baru di Jogja, aku sejujurnya nggak ngerti karena memang tradisi aku dan sahabat-sahabatku selalu sama sejak lulus SMA: sleepover dan BBQ-an di rumah salah satu diantara kami yang letaknya di desa atau di pegunungan. Jadi, sebetulnya pulang kemarin pun nggak jelas juga mau kemana, wong selama jadi orang Jogja malah ngendon aja di rumah pas long weekend.

Karena nggak punya agenda yang jelas selain leha-leha di rumah, orang tuaku mengajak sarapan di tempat tradisional tapi kekinian. Nah lo, tradisional tapi kekinian. Gimana tuh? Ya, namanya Cengkir Heritage Resto and Coffee. Berada di daerah utara, lebih tepatnya di Jalan Sumberan II (utara Jalan Damai), meskipun namanya 'keminggris' dan kekinian, namun percayalah, makanan yang disajikan sangat amat ndeso.

24839EEF-DB7F-4B6D-BA02-1E6633459EC4

Di piring saya : nasi merah, oseng-oseng genjer, tempe kuah santan (ngga tau namanya apa, 'jangan tempe'?), dan ikan pindang.

02 January 2018

Hello, 2018!

Happy new year!

Well, niat hati update waktu long weekend kemarin, apa daya karena terlalu padatnya aktivitas tahun baruan di Jogja, alhasil baru sempat update sekarang, 2 Januari 2018 jam 08.00 di K-A-N-T-O-R! (pardon, ma Boss)

6bca770631937283e8787896b4bf08cd
image source



Dalam rangka mengejar ketertinggalan Blogging Challenge dari Mba Yuwan dan Ganes, kali ini mau update yang singkat-padat-jelas dan tinggal nulis ulang dari note di hp yaitu tentang RESOLUSI. Seumur hidup aku nggak pernah bikin resolusi semacam ini. Tapi terinspirasi dari Mba Yuwan, kayaknya asik juga bikin resolusi yang ngga usah muluk-muluk dan simple, yang bisa diimplementasikan sehari-hari. So, here are my resolutions:

    25 December 2017

    Wrapping up 2017 #1: Wedding

    WhatsApp Image 2017-12-24 at 18.02.57

    Most of my life events actually happened in the second semester of the year. Kalau mau meng-highlight, sebetulnya cuma ada 3 peristiwa yang menurutku betul-betul perlu ditulis di sini untuk dikenang. Yang pertama, pernikahan.

    Sejak pertengahan tahun 2016 lalu sebetulnya saya dan Rizal sudah sepakat untuk menikah. Ya, sepakat. Semua serba dibicarakan, mulai kesiapan mental, psikologis, sampai finansial. Rizal bukan tipe orang yang suka berbasa-basi. Pun bukan tipe romantis yang apa-apa harus diungkapkan pakai bunga. Jadi ya nggak kaget kalau cara dia melamar adalah lewat pembicaraan, tanpa berlutut menyodorkan cincin berkata "Will you marry me?".  Akhir tahun lalu, Rizal memberanikan diri datang ke rumah untuk nembung ke orang tuaku dan menyatakan niatnya untuk serius, dilanjutkan sekitar 2-3 bulan setelah itu orang tuanya datang ke rumah untuk melamar.