01 April 2018

Highlight of the Week (part 2)

Mungkin untuk sebagian orang, ngemsi itu terlihat mudah. Tinggal ngomong, kelar. Tapi buat aku, ngemsi itu suatu hal yang harus dipersiapkan. Mulai dari materi yang mau disampaikan, bajunya, dandanannya, sepatunya, and all the whole package. Selain modal omongan, tentunya penampilan juga sangat diperlukan karena bagaimanapun seorang MC pasti akan menjadi center of attention. 

Dengan dikompori teman-teman kantor (serta semangat efisiensi yang membara, tentunya), akhirnya aku mengiyakan tawaran ngemsi di acara GATF Surabaya 2018 selama 3 hari (3 malam). Awalnya aku menolak karena yah, aku tidak siap. Aku sedang di comfort zone untuk memakai sneakers, santai, minim dandan, dan giving more space to my inner-introvert-self to win. Aku, jujur saja, sedang dalam kondisi hiatus dari dunia MC sejak 3-4 tahun lalu ditambah dengan kondisi fisik yang sedang overweight, rasanya nggak siap kalau harus terjun ke dunia itu lagi dalam waktu dekat. Nggak pede banget, bro! Tapi syukurlah, segala ragu semakin terkikis berkat teman-teman yang sangat supportive di sekelilingku, mulai dari rela mendandani selama tiga hari berturut-turut, meminjami outfit, beberapa peralatan make-up, aksesoris, sampai menata rambut. Sungguh, tanpa mereka mungkin aku akan kalah gorgeous dibandingkan dedek-dedek berangkat bimbel.

Tampilan resmi untuk hari pertama siang-sore

Ganti rok yang lebih kasual untuk acara Talk Show bersama @inijie dan @fahmiadimara

Hari pertama berjalan  dengan penuh tantangan. Belum juga break siang, tiba-tiba aku mens! Waduh, apa kabar ya ngemsi dengan hak tinggi dan outfit resmi-yang-bikin-susah-gerak di hari pertama period? Aku mencoba cuek dan tidak memikirkannya dengan cara "memindahkan" fokus ke hal lain yang lebih penting seperti rangkaian Opening Ceremony yang akan diadakan sore harinya dan juga acara Talk Show yang aku moderatori di malam hari. Ternyata cara itu manjur lho, kram perut dan kaki yang biasanya cukup terasa kali ini tidak terasa sampai malam penutupan GATF hari pertama.


Tampilan untuk hari kedua

Hari kedua berjalan dengan cukup lancar. Tantangan hari ini adalah adanya beberapa mitra yang mendadak minta Talk Show alih-alih presentasi produk seperti yang sebelumnya disepakati. Hmm, baik.. Saatnya mengeluarkan jurus "ngobrol santai ngalor-ngidul dengan orang baru". Yeah!


Make-up soft supaya lebih playful untuk hari ketiga

Hari terakhir adalah hari yang panjang dengan acara yang padat. Beberapa saat setelah acara dibuka, ada lomba gambar dan mewarnai selama kurang lebih satu setengah jam dengan peserta anak-anak TK. Sebagai 'newbie' di dunia MC, yang tidak punya adik apalagi anak, sejujurnya ini adalah tantangan yang cukup berat terutama saat harus melakukan ice breaking di hadapan anak-anak kecil yang masih malu-malu. Syukurlah Tuhan sayang padaku dengan mengirimkan sekitar dua orang peserta yang datang terlambat, tapi super ramai, jahil, dan juga super aktif. Berkat adanya mereka (yang sebetulnya lumayan sulit juga dikendalikan), suasana jadi cukup mencair. Beberapa kali mereka sempat aku ajak bernyanyi, membaca doa sebelum makan, dan menirukan action figure favorit mereka.

Setelah berinteraksi dengan adik-adik manis, acara selanjutnya adalah lomba Fruit Platting dengan peserta ibu-ibu. Cara komunikasi tentunya harus langsung disesuaikan, pun dengan punchline yang juga harus membuat mereka semakin bersemangat mengikuti lomba. Hari terakhir pun masih ada beberapa talk show dadakan dan juga kuis bersama partner, serta tentunya acara akan berakhir lebih malam karena adanya closing. Saya sempat berpikir bahwa hari terakhir adalah hari penghabisan, baik energi maupun suara. Dan bagi saya, kalau pun suara harus habis yaa sudah sewajarnya karena selain cuap-cuap siang-malam, stamina untuk berdiri dan berjalan selama acara pun juga terkuras. Apalagi ditambah minimnya jam istirahat di malam hari, tentunya kans untuk flu dan batuk juga lebih besar.

<3 i="">
Tapi puji syukur, ternyata segala pikiran negatif tidak terjadi. Suara saya tidak habis, pun saya masih masuk kantor di hari Senin keesokan harinya (meskipun terlambat 10 menit karena bangun kesiangan). Entah apa yang membuat saya kuat. Bisa jadi tidak terlambat makan dan memperbanyak minum air putih jadi kuncinya, atau mungkin dibantu juga dengan dopping dari Bear Brand + Stimuno saat sebelum dan bangun tidur. Ditengah segala pikian negatif, saya selalu menyelipkan mantra "aku harus sehat, aku harus kuat, pasti bisa menaklukkan tantangan ini".


Genk "Noles" alias persatuan blogger di kantor :3

Pada intinya,GATF 2018 memberikan sangat banyak pelajaran dan pengalaman buat aku terutama dari sisi membawakan acara. Kalau boleh dibilang, beragam jenis acara ada di sana sehingga bisa jadi tempat berlatih yang sangat efektif. Mulai dari acara resmi yang dihadiri direksi dan undangan VIP, tallk show (yang kebanyakan dadakan), acara yang menghadirkan anak-anak, ibu-ibu, dan juga kuis yang memerlukan spontanitas tinggi untuk mengundang massa. Dari segi kemampuan dan kekuatan diri, apalagi setelah acara itu terewati, rasanya  masih tidak percaya aku berhasil melewati event tiga hari tiga malam itu dengan kondisi sehat. Dengan bantuan pijat sebadan, keesokan harinya badan sudah fit lagi seperti sedia kala. :D



"You will never know your limits unless you push yourself to them" -- unknown


Sampai jumpa lagi!



25 March 2018

Highlight of the Week

After a long long hiatus, finally I got a chance to.. again.. become a Master of Ceremony!!

And my first comeback is hosting Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) Surabaya 2018!!! What a challenge!


Will tell you later, ok?
Since it’s still 9 pm. right now and I am actually on hosting the event.



Be right back..

18 March 2018

Terima kasih, Aroma Karsa

Waktu itu Selasa sore menjelang jam pulang kantor, 13 Maret 2018, paket untukku ternyata sudah duduk manis di meja satpam kantor.

Tidak terlalu berat, namun yang pasti tebal.
Meskipun sudah tahu isinya, napasku  agak naik-turun. Mungkin karena adrenalin yang meningkat.
Deg-degan. Pasti.
Nervous. Jelas.

Aroma Karsa versi cetak.
Beserta tanda tangan penulisnya.
Jujur, ini pertama kalinya.




Itu berarti, saatnya berpisah dengan cerbung digital yang kuikuti selama dua bulan, tiap dua kali seminggu.
Menanti bagian baru muncul tiap Senin dan Kamis pagi, sembari menahan penasaran saat cerbung sudah sampai di setiap bagian akhir.

Kehilangan itu pasti.
Sebuah kebiasaan yang terhenti pasti akan menimbulkan lubang di hati.



Dan aku sangat berterimakasih atas ide Dewi 'Dee' Lestari untuk membuat versi cerbungnya terlebih dahulu.
Karena sebagai orang yang terkena sindrom "malas membaca buku tebal dan cerita panjang", melihat tebalnya Aroma Karsa di meja atau rak toko buku pasti akan membuatku niat beliku urung.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih.
Karena berkat cerbung ini, berkat cerita di novel ini, keinginanku untuk membeli buku muncul kembali.


Love,


11 March 2018

26

This year,
I can't think of a long contemplation note, one that usually (-- or had always been--) a note full of confusion, thinking on how the future will be and how I'll put my dreams on.

My best friend said, I've passed the so-called 'quarter-life crisis'. By number, yes. But, who knows.
But since the serenity I'm feeling now, with no rush, just walk on the path ahead me.. I think I'm gonna say "80% yes" to that statement.

Instead, I have to be grateful on how I feel so love and be loved with someone that never give up on me since the first day we met.




One thing that I should be more embrace on this age is that I have to be happy.
Be happy of my life, my choice, my condition, even my gained-weight.. Anything! Care less on what others might judge on me, because yes.. I am who are responsible to make myself happy.
I'll just enjoy every moment, lessen any negative vibes on my head, and no drama. 




How often we forget on pleasing ourselves by things we really want just because thinking on other's perception?
Me, on the "often-scale" of 1 to 10, it's probably 7.
So, I just wanna remind my present-self about one of my teenage's motto (which I think I didn't really walk on it, too, until now) : We only live once, have fun!


p.s.: Loving the watercolor given by her, her, him, him, her, and her as my bithday present. Can't thank you guys enough! x