23 September 2018

Skincare Tercocok 5 Bulan Ini

Hormon > Skincare ≠ Pregnancy Glow


Entah kenapa, lima bulan ini rasanya pakai skincare apapun rasanya nggak pengaruh ke tingkat ke-glowing-an wajah. Apalagi waktu masa-masa 3 bulan pertama, yang ada malah jerawatan dan beruntusan. Apa mungkin skincare-nya kurang mahal jadi susah menembus keganasan para hormon??

Jadi di awal kehamilan aku dan Didi sempat kembaran skincare lokal Indonesia yang sangat filosofis bin edgy, Sandara Jiwa. Bahan-bahan yang digunakan pun bahan organik jadi dijamin aman untuk ibu hamil. Selain itu, banyak review yang menyatakan cocok memakai produknya meskipun tidak instan. Waktu itu aku sempat mencoba Calendula Toner dan Forbidden Black Pitera Serum selama kurang lebih 1,5 bulan. Namun apalah daya karena memang kekuatan hormon lebih membabibuta dikala itu, yang ada malah beruntusan dan jerawatan. Pasukan Sandara Jiwa pun terkalahkan.

Sempat bingung dan nggak pede dong, karena rasanya muka jadi semakin kusam, berminyak, berjerawat yang intinya tidak layak tampil di permukaan. Sampai tibalah aku pada titik pasrah menanti sampai keganasan hormon ini mulai mereda dan putus asa nggak mau pakai skincare apapun. Di tengah kegalauanku, aku ingat kalau masih punya senjata andalan sejuta umat yang selama ini terlupakan: Aloe Vera dari The Face Shop. 


Produk ini umurnya mungkin hampir (atau sudah) sekitar 2 tahunan, dapat gratisan setelah beli BB Cushion + isi ulangnya. Sempat lama dianggurin karena nggak tau kegunaannya buat apa dan cuma dipakai sesekali setelah pulang dari pantai atau kepanasan. Ternyata oh ternyata.. Benar juga kata orang-orang kalau produk Aloe Vera semacam ini tuh memang sakti banget. Di bulan kelima kehamilanku, yang mungkin terbantu dengan menjinaknya para hormon juga, wajahku jadi jarang banget jerawatan dan sekarang sudah nggak begitu beruntusan. Aku pakai produk ini setiap habis mandi, kapanpun setelah cuci muka dan sebelum tidur. Tips dari Kak Yuwan yang cukup ampuh di aku adalah pakainya agak banyak sebelum tidur, jadi difungsikan seperti masker. Hasilnya, ciamik!

Nah, seminggu yang lalu aku sempat malas cuci muka; pulang kuliah udah capek, cuma bersihin muka pakai Micellar Water, tidur. Baru sekitar 2 hari seperti itu, ternyata muncul 2 jerawat di tempat yang cukup mencuri perhatian di wajah. Ternyata memang kebersihan wajah masih jadi hal yang harus diperhatikan, mengingat si hormon juga belum benar-benar hilang. Nah untuk prosesi double cleansing aku pakai Micellar Water dari Pond's yang super murah hasil iseng coba-coba (karena harga Bioderma semakin melangit huhuu.. Dan waktu itu tergoda coba karena Kak Yaya juga pakai hehe *yaiyalah kan dia BA-nyaaa*) Daaan dilanjutkan cuci muka pakai Cetaphil. Ngomong-ngomong soal Cetaphil, produk ini juga termasuk cukup mahal menurut aku. Tapi eh tapi, kita harus pintar-pintar cari celah, misalnya cari diskonan di online shop. Pengalamanku, Sociolla adalah salah satu yang cukup sering bikin program diskon dan bundling. Waktu itu aku beli Cetaphil segede bagong bonus 2 produk berukuran kecil (travel size) cuma seharga IDR 199.000. Selain itu, si bagong ini pun super hemat karena pump-nya bikin kita nggak menumpahkan cairan yang berlebihan seperti di produk yang ukurannya lebih kecil. 




Terakhir, yang wajib dipakai mau hamil atau enggak adalah tabir surya alias sunscreen. Sebelum hamil aku sudah cocok dengan produk Biore Aqua Rich ini karena menyerap cepat di wajah dan yang terpenting nggak bikin jerawatan.



Sebetulnya aku juga bukan orang yang terlalu pintar memilih skincare, apalagi aku orangnya males repot. Jadi prinsip utamaku adalah "yang penting cocok", yang berarti nggak bikin jerawatan dan bruntusan wajahku yang super berminyak ini. Kalau orang-orang biasanya berminyak cuma di T-zone, aku bahkan di O-zone alias seluuuuruh wajah (bikin istilah sendiri). Sebagai gambaran, aku adalah orang yang cukup boros pakai Oil Control Film (semacam kertas pengangkat minyak di wajah itu lho..). Biasanya belum jam istirahat siang bisa saja habis 2 lembar sekaligus sekali pakai. Super oily kan? Ditambah lagi wajahku cukup sensitif terhadap skincare baru, jadi aku nggak terlalu berani coba ini-itu. Jadi untuk skincare, aku nggak mau ambil risiko dan sepertinya masih akan bertahan dengan empat produk dasar itu sampai nanti ada dana urgensi lebih untuk pakai varian SK-II seperti waktu persiapan pernikahan dulu. Hihihi.







No comments:

Post a Comment