23 December 2013


Why should worry about tomorrow when you know that time flies fast?
Everything will pass, soon. Tomorrow will be another yesterday.




That feeling is just one which makes us human.

19 June 2013

The Goodbye Series




나의사랑 good-bye | {series}



Model: Fitra Armela

Photographer: Bintang Mustika
A session with Dhea Laras & Laras Sekar


22 March 2013

21

Sama seperti hari-hari biasa, tidak ada beda.
Mama yang sengaja tidak mengucapkan selamat, pun bapak yang ternyata benar-benar lupa. Kami bertiga berada di tiga kota berbeda.
Beberapa ucapan melalui pesan singkat dari teman, juga ucapan melalui sosial media. Tak lupa mereka yang mengucapkan secara langsung.
Kebahagiaan sederhana saat bisa makan malam bersama pacar ditengah kesibukannya, di sebuah rumah makan ala Thailand favorit saya.


Inilah ulang tahun yang saya rasa paling dewasa. Tanpa pesta kejutan, kue ulang tahun beserta lilin-lilin, pun hadiah. Sama seperti ekspektasi yang saya bayangkan di hari-hari sebelum usia berubah menjadi 21. Tidak lagi memiliki perasaan gugup membayangkan seperti apa kehidupan di kepala dua.

Umur yang lalu, dalam setahun yang berlalu. Emosi dan kebencian adalah satu paket besar yang perlu di-highlight untuk kemudian dibuang. Tidak ada makna yang bisa diserap hati kita untuk sebuah kebencian, saya sadari. Ibu pun sedari saya kecil selalu mengajarkan untuk berbuat baik kepada siapa pun, bahkan pada orang-orang yang telah menyakiti hati kita. 

Seringkali emosi menyingkirkan logika. Pun melenyapkan pesan ibu pada saya, yang sebetulnya telah terpatri di memori. Orang yang telah berbaik hati pada saya, saya benci begitu saja. Kadang saya yang terbiasa positive thinking ini pun sering kecolongan membenci orang yang berbuat baik pada saya, dan bahkan tidak memiliki prasangka apapun pada saya. Lebih parahnya, dengan orang-orang tersebutlah pada akhirnya saya harus bekerjasama. Selalu, begitu cara Tuhan mengingatkan saya untuk tidak membenci siapapun.



Perjalanan di tahun ke 20 yang lalu banyak dihiasi letupan emosi. Kunci kesabaran yang sering hilang perlu banyak diduplikat untuk menggembok kebencian terutama agar tidak serta merta keluar dari mulut ke sembarang orang. Belajar 'ekspresif yang bertanggungjawab'.


Ini merupakan kontemplasi tahunan berupa tulisan. Harapannya, setelah di-publish, beberapa pemikiran yang telah ditulis dan diketahui banyak orang ini bisa dijadikan janji diri. Semoga di usia mendatang, kebencian apapun yang ada dalam hati saya perlahan-lahan memudar lalu hilang. Jangan mempersulit diri sendiri dengan membenci orang yang tidak berprasangka apapun pada kita, bahkan pada orang-orang tidak memberi kontribusi apapun pada hidup kita.

Semoga saya bisa menjadi orang yang selalu berpikiran positif seperti sedia kala. Dengan tambahan, kewaspadaan dan kedewasaan. 



Untuk sebuah tulisan yang lama mengendap di draft, untuk usia kedepan tanpa kebencian, untuk umur yang lebih dewasa untuk mengambil segala keputusan....

Cheers! :)


Dengan lantang saya ucapkan BYE pada reminder iseng yang dibuat setahun lalu ini.


01 February 2013

Hari ke-11: #1Bulan1CD Edisi Januari

Postingan ini sebenarnya lebih cocok diberi judul "Niatnya #1Bulan1CD". Mengapa oh mengapa? Karena pada akhirnya daripada bingung, saya memutuskan untuk beli 2 CD sekaligus. Kenapa oh kenapa? Tidak lain tidak bukan alasannya adalah karena kemarin (meskipun telat 5 hari) akhirnya saya gajian. Yap, 2 hari sebelum Januari berakhir. :')


Sekitar tengah bulan yang lalu, saya dan pacar jalan-jalan santai ke sekitar Jalan Cendrawasih alias Jalan Distro di daerah Demangan, Yogyakarta. Niatnya sih hunting backpack, tapi ujung-ujungnya pemberhentian terlama adalah di Distro Cosmic yang di dalamnya terdapat etalase yang berisi macam-macam CD. Parahnya, banyak diantara CD-CD yang terpampang adalah CD band atau penyanyi yang saya suka. Bingung dong? Jelaaas.. Lebih bingung lagi adalah karena pada saat itu saya nggak ada duit sama sekali dan belum gajian. Alhasil kunjungan ke Cosmic kali itu hanya menghasilkan wishlist CD yang akan dan harus dimiliki pada bulan-bulan selanjutnya.

Akhirnya, tiba waktunya saya harus bayar hutang CD bulan ini, tepat di hari terakhir bulan Januari. Kali ini saya beli albumnya Jemima dan album Payung Teduh yang pertama. Ekspektasi terbesar saya letakkan pasa CD Jemima. Maklum, sudah sejak tahun lalu saya hanya bisa mendengarnya lewat reverbnation atau youtube.

Sepanjang perjalanan pulang dari Cosmic saya memainkan CD Jemima tersebut. Seperti ekspektasi saya sebelumnya, musik yang "chill" berhasil membuat saya tak berhenti menganggukkan kepala mengikuti beat. CD ini rasanya sangat cocok didengarkan saat mengemudi di malam hari sambil menikmati kilauan lampu jalanan yang berwarna kekuningan disertai lampu-lampu kendaraan. Damai.... :-)

Namun sayang sekali, satu kekurangan yang agak mengganggu telinga saya adalah volume bass hasil mastering yang terlalu besar, hingga membuat kita yang tadinya ingin fokus ke suara vokal Jemima yang khas jadi terganggu. Saya sudah sempat membuat settingan bass dan trebel audio mobil saya menjadi nol, namun tetap saja suara Jemima "tertutup" pergerakan melodi bass yang volumenya lebih besar.


Sepertinya cukup sekian dulu posting saya kali ini. Semoga di bulan yang baru nanti saya bisa menyelesaikan hutang menulis hingga hari ke-30 nanti. Malu juga hari gini baru dapat sepertiganya. Hahahaa