12 August 2018

Individual Life (The Parade Yogyakarta 2014)

Dalam rangka kangen motret panggung (atraksi panggung yang ada artisnya gitu yah, bukan panggung kosong terus difoto) dan sudah lama nggak update di label "Photo Journal", berikut ini kupersembahkan salah satu event yang hasil fotonya aku sukai (pede banget Ya Lord maapkeun!!)








Foto-foto ini diambil pada event The Parade tahun 2014 (yang sekarang sudah ganti namo jadi Kickfest) di penampilannya Individual Life, band instrumental yang kalau ndak salah sih personelnya mayoritas anak ISI dan sempat menelurkan album "Semoga Engkau Berkenan Mendengarnya Perlahan Hingga Usai" di tahun yang sama.

Seninya motret panggung yang aku rasakan sekitar kurang lebih 5 tahunan di kala itu yang pertama waktu harus mengatur setting-an di kamera karena memang lumayan tricky. Misalnya waktu panggung cenderung gelap dan setting-an kamera sudah pas, tiba-tiba lighting mulai meluncur dengan deras. Sebagai orang yang terbiasa dengan manual setting, akhirnya aku harus menyesuaikan setting-an lagi dengan cepat. Ada lagi momen yang aku rindukan, yaitu menunggu lighting yang pas dengan posisi personel dan bagaimana caranya supaya ambiance-nya tetap bisa tertangkap dengan baik di kamera. Selain itu, waktu aku beberapa kali jadi salah satu fotografer dalam kepanitiaan event musik, ada keuntungan terbesar yang aku dapatkan, yaitu berada di barisan paling depan bahkan lebih depan dibandingkan VVIP. Lumayan.. Bisa nonton gratis ala VVVVIP (meskipun minus tempat duduk empuk karena harus gerak terus hihi).

Awal mula aku suka sekali motret panggung adalah waktu ditugaskan untuk liputan di Java Jazz tahun 2010. Dan disitulah aku mulai belajar dan diajari motret oleh Bang Erson Padapiran, partner liputanku yang sudah cukup makan asam garam di dunia fotografi. Di Java Jazz, aku juga belajar sikut-sikutan rebutan posisi paling strategis untuk motret, plus belajar sabar kalau ternyata di depanku ada orang yang lebih tinggi. Kalau sudah begitu, biasanya aku harus cari trik supaya angle fotonya nggak bocor oleh bagian tubuhnya si orang tinggi itu (kenang-kenangan liputan Java Jazz bisa dibaca di sini).

Karena motret panggung yang nggak ala kadarnya itu cukup menguras energi yang tidak dimungkinkan dalam waktu dekat, semoga nanti setelah si utun lahir mamake ini bisa mengobati kerinduan motret panggung lagi.. Amiiiin.



No comments:

Post a Comment